Tentara Israel kembali melanggar gencatan senjata. Pada Selasa (13/1/2026), dua pejuang Palestina dilaporkan syahid dalam operasi militer Israel, meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih dinyatakan berlaku. Di saat bersamaan, delegasi pimpinan Hamas tiba di Kairo untuk melakukan pembicaraan terkait pembukaan perlintasan Rafah dan kelanjutan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Militer Israel mengklaim telah menewaskan dua orang bersenjata di wilayah selatan Gaza, dalam baku tembak yang melibatkan tembakan tank dan serangan udara. Operasi tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut telah mendeteksi “enam teroris bersenjata di wilayah barat Rafah, dekat dengan posisi pasukan Israel”.Disebutkan
Disebutkan, tank-tank Israel bergerak ke lokasi dan membuka tembakan, yang kemudian dibalas oleh para pejuang Palestina, memicu baku tembak disertai serangan udara presisi.
“Dua orang bersenjata berhasil dilumpuhkan, dan pasukan masih melakukan penyisiran untuk mencari sisanya,” klaim militer Israel.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera melaporkan helikopter tempur Israel melakukan serangan di wilayah penempatan pasukan Israel di sekitar Poros Morag, utara Kota Rafah. Serangan udara tersebut disertai tembakan intensif yang kembali menyasar kawasan utara Rafah.
Gencatan Senjata yang Terus Dilanggar
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, pasukan Israel seharusnya menarik diri ke timur dari garis yang mereka sebut sebagai “garis kuning” di dalam Jalur Gaza.
Kota Rafah berada di balik garis tersebut dan hingga kini masih berada di bawah kendali militer Israel, sementara wilayah di seberangnya diklaim berada di bawah kendali Hamas.
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu, pelanggaran terus terjadi. Kamis pekan lalu, Israel mengaku menyerang sejumlah target Hamas di berbagai wilayah Gaza, dengan dalih merespons upaya peluncuran proyektil ke wilayah Israel.
Namun, Dinas Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 13 warga Palestina syahid dalam serangan tersebut, termasuk lima anak-anak.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 447 warga Palestina telah syahid akibat pelanggaran yang dilakukan Israel. Di sisi lain, militer Israel menyebut tiga tentaranya tewas di Gaza dalam periode yang sama.
Hamas Bahas Rafah dan Penarikan Pasukan
Di tengah eskalasi lapangan, delegasi pimpinan Hamas yang dipimpin Khalil Al-Hayya tiba di Kairo untuk menggelar perundingan dengan otoritas Mesir. Pembahasan difokuskan pada kelanjutan implementasi kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut perundingan mencakup penyelesaian tahap pertama kesepakatan, termasuk pembukaan perlintasan Rafah untuk lalu lintas dua arah.
Selain itu, delegasi juga akan membahas percepatan masuk ke tahap kedua perjanjian, yang meliputi pembentukan komite administratif serta penuntasan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Sumber: Al Jazeera










