Seorang prajurit Israel dilaporkan mengalami luka dalam apa yang disebut sebagai “insiden operasional” di selatan Jalur Gaza, Jumat (28/11). Informasi ini disampaikan secara singkat oleh Radio Militer Israel tanpa menjelaskan detail kejadian.
Istilah “insiden operasional” kerap digunakan militer Israel untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi selama aktivitas militer atau tugas lapangan, bukan akibat kontak senjata langsung. Namun sejauh ini, tidak ada rincian tambahan mengenai bagaimana prajurit tersebut terluka.
Menurut data resmi militer Israel, sejak awal agresi di Gaza pada 7 Oktober 2023, sebanyak 923 tentara tewas, termasuk 471 yang gugur dalam pertempuran darat sejak 27 Oktober 2023. Sementara itu, jumlah tentara yang terluka mencapai 6.390 orang, lebih dari 2.900 di antaranya dalam pertempuran darat di Gaza.
Angka tersebut mencakup korban dari barisan tentara yang bertugas di Gaza, Lebanon, Tepi Barat, dan wilayah Israel, tetapi tidak memasukkan korban dari kepolisian maupun aparat keamanan internal (Shin Bet).
Di sisi lain, dua tahun agresi Israel di Gaza telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang jauh lebih besar: lebih dari 69 ribu warga Palestina Syahid dan sekitar 171 ribu lainnya luka-luka, mayoritas anak-anak dan perempuan. Kerusakan masif di seluruh wilayah membuat PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.










