Serangan udara kembali menghantam kawasan padat pengungsi di Jalur Gaza. Seorang warga Palestina dilaporkan syahid, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran militer Israel di wilayah tengah Gaza, Rabu (25/3). Informasi ini dikonfirmasi otoritas pertahanan sipil dan sejumlah rumah sakit setempat.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyebut serangan dilakukan oleh pesawat tempur Israel yang menargetkan lahan pertanian di selatan Deir al-Balah.

“Satu orang syahid dan beberapa lainnya terluka,” ujar Basal dalam keterangannya, dikutip Al Jazeera.

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan serangan itu juga menghantam kamp pengungsi “Al-Sitt Amira” di wilayah yang sama. Dalam insiden tersebut, seorang pemuda bernama Abdul Rahman Qanbour (22 tahun) dinyatakan syahid, sementara tujuh orang lainnya mengalami luka.

RS Syuhada Al-Aqsa menyatakan telah menerima jenazah korban beserta tujuh warga yang terluka akibat serangan tersebut.

Detik-detik Serangan

Kesaksian warga menggambarkan situasi yang berlangsung cepat dan mencekam. Suhaila Khalil (57), pengungsi asal Gaza utara yang kini tinggal di tenda di barat Deir al-Balah, mengaku sempat mendengar teriakan peringatan sebelum ledakan terjadi.

“Saya sedang di dalam tenda. Tiba-tiba orang-orang berteriak meminta kami mengungsi karena kamp Al-Sitt Amira akan dibombardir,” katanya.

Ia bergegas memanggil anak-anaknya. Tak lama, sebuah ledakan peringatan terdengar, disusul dentuman besar yang mengguncang area sekitar.

“Ledakannya mungkin beberapa ratus meter dari tenda kami. Tapi asap dan serpihannya sampai ke tempat pengungsi. Ada beberapa korban yang langsung dibawa,” ujarnya.

Serangan Berlanjut di Pesisir

Di lokasi terpisah, serangan juga dilaporkan terjadi di kawasan pesisir Al-Mawasi, barat Khan Younis. Pertahanan sipil Gaza menyebut sejumlah warga terluka setelah kapal perang Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi.

Rumah sakit lapangan Al-Mawasi mencatat sedikitnya empat korban luka akibat insiden tersebut. Tiga di antaranya anak-anak, dengan satu korban dalam kondisi kritis. Selain itu, seorang pria dewasa juga mengalami luka.

Eskalasi dan Tekanan Blokade

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menilai peningkatan serangan ini sebagai sinyal bahwa Israel terus memperburuk situasi di Gaza.

“Operasi militer yang terus berlangsung dan pengetatan blokade menunjukkan upaya sistematis untuk menggagalkan jalur gencatan senjata,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza dalam laporan terakhirnya menyebut jumlah korban sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.265 orang syahid, dengan 171.959 lainnya terluka. Data tersebut dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di tengah angka yang terus bertambah, serangan ke kamp-kamp pengungsi memperlihatkan satu pola yang berulang: warga sipil tetap berada di garis depan, tanpa ruang aman yang benar-benar tersisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here