BERLIN — Tiga tahun setelah Taufan Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, dukungan untuk Palestina kembali memenuhi jalan-jalan, kampus, dan ruang publik di berbagai penjuru dunia. Dari New York hingga Melbourne, Berlin, Oslo, Tokyo, Karachi, hingga sejumlah kota di Timur Tengah, warga turun ke jalan menyerukan penghentian genosida di Jalur Gaza dan menolak berlanjutnya penjajahan Israel.
Gelombang aksi itu berlangsung bertepatan dengan peringatan tiga tahun Taufan Al-Aqsa. Para peserta membawa bendera Palestina, menggelar spanduk, meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina, serta menggelar berbagai aksi simbolis untuk mengenang para korban genosida di Gaza.
Di Amerika Serikat, aksi solidaritas berlangsung di New York. Sejumlah mahasiswa Universitas Columbia melakukan pawai di sekitar kampus dengan mengenakan keffiyeh dan membawa bendera Palestina. Mereka juga mengangkat poster yang mengecam blokade terhadap Gaza.
Para peserta menyerukan penghentian genosida dan operasi militer Israel di Jalur Gaza. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa pro-Palestina yang digelar di sejumlah kampus dan kota di Amerika Serikat.
Aksi di Eropa dan Australia
Di Berlin, Jerman, para pendukung Palestina menggelar aksi solidaritas dengan membawa bendera Palestina dan kain kafan simbolis untuk anak-anak. Aksi tersebut menjadi simbol untuk mengenang korban Palestina yang gugur selama genosida. Seruan dukungan untuk Gaza terdengar sepanjang demonstrasi.
Di Rotterdam, Belanda, massa berkumpul di depan stasiun utama kota untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan tiga tahun genoisda di Gaza itu diinisiasi sejumlah organisasi solidaritas serta kelompok masyarakat sipil Belanda dan Palestina.
Di depan stasiun, nama puluhan ribu syuhada Palestina dituliskan pada kain berukuran besar. Sejumlah dokter dan warga Belanda juga menyampaikan kesaksian mengenai kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Sementara di Oslo, Norwegia, para aktivis menggelar demonstrasi dengan membawa bendera Palestina dan spanduk yang menyerukan penghentian genosida di Gaza. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang mengecam penjajahan Israel.
Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan demonstrasi di sejumlah wilayah Norwegia yang digelar kelompok Action for Palestine. Para peserta antara lain menyerukan agar pemerintah memberlakukan sanksi terhadap Israel.
Di London, Inggris, demonstrasi berlangsung di tengah hujan. Massa menyerukan penghentian apa yang mereka sebut sebagai genosida pemusnahan di Gaza.
Gelombang solidaritas juga menjalar ke Irlandia Utara. Di Belfast, para aktivis menggelar aksi di salah satu ruas jalan di depan gedung balai kota. Mereka membawa bendera Palestina dan bendera hitam serta mengecam berlanjutnya serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Di Melbourne, Australia, para pendukung Gaza mengenang kisah sejumlah korban genosida, termasuk anak Palestina, Hind Rajab. Aksi digelar di depan Perpustakaan Victoria.
Para peserta menempatkan sebuah mobil yang dibuat menyerupai kendaraan tempat Hind Rajab ditemukan setelah anggota keluarganya terbunuh. Mereka juga memutar rekaman percakapan Hind dengan petugas Bulan Sabit Merah Palestina ketika bocah tersebut meminta pertolongan.
Nama sejumlah korban genosida turut dibacakan dalam aksi itu. Para peserta membawa spanduk yang mengecam penjajahan dan simbol-simbol pers sebagai bentuk protes atas terbunuhnya jurnalis Palestina selama genosida.
Jepang ikut turun ke jalan
Aksi solidaritas tidak hanya berlangsung di Eropa, Amerika, dan Australia. Jepang juga menjadi bagian dari gelombang demonstrasi memperingati tiga tahun Taufan Al-Aqsa.
Di Tokyo, massa berkumpul di kawasan Shibuya dan melakukan pawai. Mereka meneriakkan slogan yang menyerukan kebebasan bagi Palestina sekaligus mengecam penjajahan Israel.
Pada hari yang sama, aksi serupa berlangsung di Osaka untuk memprotes operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Ribuan orang turun ke jalan di Karachi
Di Pakistan, aksi solidaritas dalam skala besar berlangsung beberapa hari sebelum peringatan tiga tahun Taufan Al-Aqsa. Di Karachi, Jamaat-e-Islami menggelar pawai yang diikuti laki-laki, perempuan, dan anak-anak.
Peserta membawa bendera Palestina serta berbagai poster dan meneriakkan slogan dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap operasi militer Israel.
Pawai tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar untuk memperingati tiga tahun genosida di Gaza sekaligus menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.
Dari Rabat hingga Tunis
Di Rabat, Maroko, massa menggelar aksi yang mengecam agresi Israel yang terus berlangsung di Gaza. Para peserta juga membawa slogan-slogan yang menolak normalisasi hubungan dengan Israel.
Di Tunisia, mahasiswa dari Persatuan Umum Mahasiswa Tunisia di Institut Tinggi Studi Terapan dalam Humaniora di Mahdia turut memperingati Taufan Al-Aqsa.
Mereka mengibarkan bendera Palestina di dalam lingkungan kampus. Salah seorang mahasiswi kemudian menyampaikan pidato yang menegaskan dukungannya kepada rakyat Palestina serta penolakannya terhadap genosida Israel di Gaza.
Menara Galata diterangi bendera Palestina
Di Turki, demonstrasi berlangsung di sejumlah kota. Massa turun ke jalan di Ankara, Istanbul, Bursa, dan Diyarbakir untuk mengecam berlanjutnya genosida di Gaza, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan sejak 10 Oktober 2025.
Di Istanbul, simbol dukungan lain muncul dari salah satu landmark kota. Menara Galata diterangi dengan gambar bendera Palestina bertepatan dengan tiga tahun genosida di Jalur Gaza.
Penerangan tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian publik terhadap situasi di Palestina sekaligus mengenang para korban genosida yang terus berlangsung di Gaza.
Menara Galata tampak diselimuti warna bendera Palestina. Warga lokal dan wisatawan asing yang berada di sekitarnya mengabadikan pemandangan tersebut menggunakan telepon seluler mereka.
Rangkaian aksi di berbagai negara itu menunjukkan beragam bentuk solidaritas terhadap Palestina pada peringatan tiga tahun Taufan Al-Aqsa. Solidaritas hadir melalui pawai, orasi, pengibaran bendera, aksi mahasiswa, hingga berbagai simbol yang menghidupkan kembali kisah para korban genosida.
Meski setiap aksi memiliki karakter dan konteks lokal masing-masing, tuntutan yang dibawa massa relatif sama: menunjukkan dukungan kepada rakyat Palestina dan menyerukan penghentian genosida di Jalur Gaza.
Ketika genosida memasuki tahun keempat, aksi-aksi tersebut memperlihatkan bahwa isu Gaza masih menjadi perhatian publik di berbagai belahan dunia. Jalan-jalan kota, halaman kampus, dan ruang publik kembali menjadi tempat masyarakat menyuarakan penolakan terhadap genosida serta menyerukan penghentian penderitaan rakyat Palestina.
Sumber: Al Jazeera









