HEBRON — Foto dua tentara Israel yang berdiri di samping jenazah seorang pemuda Palestina memicu kemarahan di media sosial. Dalam foto tersebut, keduanya terlihat mengambil swafoto setelah jenazah korban ditempatkan di dalam kendaraan militer.
Pemuda Palestina itu syahid setelah ditembak pasukan Israel di dekat pintu masuk Kota Bani Naim, sebelah timur Hebron. Dua orang lainnya yang berada dalam kendaraan tersebut juga dilaporkan terluka.
Sumber Al Jazeera menyebut pasukan Israel menembaki kendaraan yang ditumpangi ketiga warga Palestina tersebut. Penembakan itu menyebabkan satu orang syahid dan dua lainnya mengalami luka.
Militer Israel memberikan versi berbeda. Mereka mengatakan menerima laporan awal mengenai dugaan upaya menabrak seseorang di Bani Naim, tetapi tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Militer Israel menyatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah melihat sebuah kendaraan yang dianggap bergerak mencurigakan di sekitar kota. Mereka kemudian mengaku melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian.
Pasukan Israel juga melakukan penyisiran di kawasan tersebut dan menutup sejumlah jalan serta desa di sekitar Bani Naim.
Namun menurut sumber Al Jazeera, pasukan Israel memang menembaki sebuah kendaraan di dekat pintu masuk kota. Akibatnya, seorang pemuda syahid dan dua orang lainnya yang berada di dalam kendaraan terluka.
Setelah Menembak, Mereka Berfoto
Foto dua tentara yang berdiri di samping jenazah korban kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras.
Sejumlah aktivis menilai foto tersebut memperlihatkan perlakuan terhadap jenazah korban sekaligus mempertanyakan penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Mereka mengatakan martabat warga Palestina seolah tidak berhenti dipersoalkan bahkan setelah korban tewas.
Salah seorang aktivis menyebut pemuda Palestina tersebut sedang mengendarai mobil bersama dua orang lainnya ketika melintas di dekat pintu masuk Bani Naim. Menurutnya, tentara Israel kemudian “menghujani mobil dengan peluru”, hingga menyebabkan pemuda itu syahid dan dua penumpangnya mengalami luka serius.
Menurut aktivis tersebut, penembakan bukan akhir dari peristiwa.
Pasukan Israel disebut menahan jenazah korban sebelum dua tentara mengambil swafoto di sampingnya.
Bagi sejumlah pengguna media sosial, tindakan berfoto di samping jenazah mengubah gambar tersebut dari sekadar dokumentasi sebuah penembakan menjadi gambaran mengenai bagaimana jenazah warga Palestina diperlakukan setelah kematian.
Mereka juga mempertanyakan pesan yang hendak disampaikan melalui foto tersebut dan alasan gambar itu dibuat serta kemudian beredar di ruang publik.
Sejumlah blogger menggambarkan foto itu sebagai pemandangan yang mengejutkan. Mereka menilai kemunculan tentara dalam foto layaknya foto kenang-kenangan di samping jenazah warga Palestina menunjukkan sikap meremehkan kematian dan martabat orang yang telah meninggal.
Peristiwa tersebut terjadi ketika penembakan dan pembunuhan terhadap warga Palestina terus dilaporkan terjadi di Tepi Barat.
Kekerasan Meningkat di Tepi Barat
Sejak perang Israel di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023, tentara Israel dan pemukim meningkatkan serangan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, menurut sumber-sumber Palestina.
Serangan tersebut mencakup pembunuhan, penangkapan, pengusiran, penghancuran rumah, penggusuran lahan, serta perluasan permukiman.
Foto dua tentara yang berpose di samping jenazah pemuda Palestina itu kini menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang kembali memicu sorotan terhadap cara pasukan Israel memperlakukan warga Palestina dan jenazah korban di Tepi Barat.
Sumber: Media Palestina









