GAZA — Dentuman bom dan raungan sirene ambulans kembali memecah ketenangan Gaza. Sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk empat orang dari satu keluarga yang sama, syahid akibat gelombang serangan udara militer Israel yang menyasar wilayah utara dan selatan Jalur Gaza sejak Kamis (10/9/2026 M – 27 Rabiul Awal 1448 H).
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan telah menerima empat jenazah dari keluarga Ahmed. Kondisi para korban sangat mengenaskan setelah dievakuasi dalam bentuk potongan jasad dari puing-puing rumah mereka yang hancur dihantam rudal Israel di kawasan Proyek Beit Lahia, Gaza utara. Dua di antara korban syahid adalah bocah perempuan yang baru berusia 8 dan 12 tahun.
Kekejaman tak berhenti di utara. Di wilayah selatan, Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi kedatangan satu jenazah dan sejumlah korban luka-luka akibat jet tempur Israel yang mendadak menembak sebuah mobil warga di utara Kota Khan Younis.
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan tiga warga lainnya syahid seketika setelah drone tempur Israel merudal kawasan Al-Mawasi di Khan Younis, wilayah yang sebelumnya diklaim Israel sebagai “zona aman” bagi pengungsi.
Koresponden lapangan mengonfirmasi sedikitnya dua ledakan besar menghantam area Al-Mawasi dalam selang waktu berdekatan.
Laporan dari sumber keamanan lokal menyebutkan bahwa jet-jet tempur Israel mulai membombardir Beit Lahia dan Kamp Pengungsi Jabalia sejak melewati tengah malam. Serangan artileri dan udara ini secara brutal turut menyasar tenda-tenda darurat milik pengungsi serta armada ambulans yang tengah bertugas.
Klaim Israel di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata
Di lain pihak, militer Israel (IDF) bersama badan intelijen Shin Bet merilis pernyataan resmi mengenai kehancuran tiga fasilitas yang mereka klaim sebagai gudang senjata milik kelompok perlawanan Hamas di tiga titik terpisah di Gaza.
| Lokasi & Target Serangan | Korban & Dampak Lapangan | Klaim Sepihak Israel |
| Beit Lahia (Gaza Utara) | 4 tewas (satu keluarga, termasuk 2 anak-anak), rumah hancur | Penghancuran gudang senjata & bahan peledak |
| Al-Mawasi, Khan Younis | 3 tewas via serangan drone, tenda pengungsi terbakar | Pengurangan kemampuan tempur Hamas |
| Utara Khan Younis | 1 tewas, kendaraan warga hancur berantakan | Pencegahan konsolidasi kekuatan militer |
Pihak militer mengklaim gudang-gudang tersebut menyimpan berbagai amunisi, bahan peledak, roket anti-tank, serta perlengkapan tempur lainnya, seraya menegaskan bakal terus menggempur Gaza untuk mengikis kemampuan militer Hamas.
Rangkaian pembantaian terbaru ini memperpanjang daftar panjang pelanggaran berulang yang dilakukan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sejatinya telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Data resmi Kementerian Kesehatan Gaza hingga Rabu mencatat angka statistik yang mengerikan: sebanyak 1.358 warga Palestina syahid dan 4.541 lainnya luka-luka semata-mata akibat aksi pengkhianatan dan pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel.










