Serangan udara oleh militer Israel kembali menimpa sejumlah wilayah di Gaza, sementara krisis kemanusiaan kian mengancam setelah seorang bayi dilaporkan syahid akibat cuaca dingin ekstrem. Organisasi internasional memperingatkan, blokade Israel yang mencegah masuknya bantuan kemanusiaan membuat situasi semakin genting.

Menurut laporan wartawan Al Jazeera, Selasa (20/1/2026), tentara Israel menargetkan wilayah Bani Suhaila di timur Khan Yunis, selatan Gaza. Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan dua warga Palestina terluka akibat tembakan di utara Gaza.

Sumber medis menyebut, dua pemuda berusia 20 tahun, Nur Al-Maqousi dan Saber Abu Bayd, terkena tembakan pasukan Israel di area Al-Falouja, barat Jabalia, utara Gaza. Selain itu, artileri Israel menembaki beberapa titik di Beit Lahia, wilayah utara yang berada di bawah pengaruh pendudukan.

Sehari sebelumnya, Senin (20/1/2026), rumah sakit di Gaza melaporkan tiga warga syahid dan tujuh lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel di selatan wilayah tersebut. Layanan darurat juga mengumumkan seorang anak tewas di Rafah, selatan Gaza, akibat serangan serupa.

Tragedi Bayi Syahid Akibat Dingin
Seorang bayi bernama Shatha Abu Jarad meninggal pada Selasa pagi (20/1/2026) di Rumah Sakit Al-Ma’madani, Gaza, akibat paparan dingin ekstrem dan kondisi musim dingin yang berat. Bayi dan warga rentan lainnya, termasuk anak-anak dan lansia, menjadi korban kondisi yang kian memburuk ini.

Di sisi lain, UNRWA menyebut Israel masih menahan pengiriman bantuan kemanusiaan yang menumpuk di gudang di Yordania dan Mesir sejak Maret 2025. Kekurangan obat-obatan di Gaza saat ini sangat parah. UNRWA menekankan pentingnya pengiriman bantuan segera, karena meski gencatan senjata berlaku, kondisi hidup warga tidak membaik. Layanan kesehatan dasar tetap dijalankan, menjangkau ribuan warga setiap hari, meski sistem kesehatan hampir runtuh.

Program Pangan Dunia (WFP) menilai situasi pangan di Gaza sangat rentan. Organisasi ini telah memperluas operasi kemanusiaannya pasca 100 hari gencatan senjata, mendistribusikan bantuan pangan penting bagi lebih dari satu juta orang setiap bulan. WFP mendesak agar akses ke Gaza melalui semua pintu masuk tetap terbuka, arus bantuan dan barang tetap lancar, serta gencatan senjata dipertahankan, guna mencegah wilayah ini terjerumus ke krisis kelaparan yang lebih parah.

Sumber: Al Jazeera & Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here