Pasukan pendudukan Israel memperluas wilayah kendalinya di Jalur Gaza dan terus melakukan pembongkaran serta penghancuran, meski gencatan senjata telah diberlakukan. Serangan udara kembali dilancarkan pada Sabtu dini hari di kawasan timur Kota Gaza dan wilayah tengah Gaza, sementara citra satelit menunjukkan perluasan area yang dikuasai Israel melampaui batas yang dikenal sebagai “garis kuning”.
Koresponden Al Jazeera melaporkan, serangkaian serangan menghantam wilayah timur Kota Gaza, disusul serangan lain di timur Deir al-Balah dan Kamp al-Bureij, wilayah yang masuk dalam zona “garis kuning”. Kendaraan militer Israel juga dilaporkan menerobos ke timur Deir al-Balah, disertai tembakan intensif di sekitar pagar pemisah.
Pada saat yang sama, harian Haaretz mengungkap—berdasarkan analisis citra satelit—bahwa militer Israel mendorong “garis kuning” lebih ke dalam wilayah Gaza, sehingga memperluas area yang berada di bawah kendalinya. Langkah ini beriringan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, yang memuji pasukan Israel saat menanggapi laporan The New York Times tentang bukti visual berlanjutnya penghancuran di Gaza.
Pelanggaran Berkelanjutan
Pada fase pertama kesepakatan penghentian perang, militer Israel telah menghancurkan ribuan bangunan dan fasilitas di berbagai wilayah Gaza, sekaligus mengubah lintasan “garis kuning” yang semestinya menjadi batas sementara keberadaan pasukan Israel.
Analisis The New York Times menyebut, sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel terus meledakkan kawasan permukiman di wilayah timur “garis kuning” yang berada dalam kendalinya. Lebih dari 2.500 bangunan dan fasilitas dilaporkan hancur selama periode tersebut.
Di sisi lain, utusan Amerika Serikat Steve Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua rencana Presiden Donald Trump—yang mencakup 20 butir—untuk mengakhiri perang di Gaza. Fase ini disebut beralih dari gencatan senjata menuju pelucutan senjata, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan agenda rekonstruksi.
Syuhada dan Korban Luka
Di lapangan, sumber medis di RS Al-Shifa, Kota Gaza, melaporkan dua anak gugur syahid dan sejumlah warga terluka akibat tembakan pasukan Israel di luar zona penyebaran pasukan di Beit Lahia, Gaza utara.
Koresponden Al Jazeera juga melaporkan seorang anak perempuan berusia 10 tahun gugur syahid setelah drone Israel menjatuhkan bom di sekitar kompleks sekolah yang menampung pengungsi di wilayah tersebut. Di Khan Younis, Gaza selatan, seorang warga gugur syahid dan beberapa lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel pada Jumat dini hari.
Kantor Berita Palestina (WAFA) menyebut, seorang nelayan terluka akibat tembakan pasukan Israel di perairan Khan Younis. Insiden lain dilaporkan melukai seorang warga secara kritis di kawasan Qizan al-Najjar.
Dalam laporan statistik terbarunya, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan 14 syahid dan 18 korban luka tiba di rumah sakit dalam 24 jam terakhir. Sejak gencatan senjata terakhir pada 10 Oktober 2025, jumlah korban mencapai 463 syahid dan 1.269 luka, dengan 712 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Secara kumulatif, sejak agresi dimulai pada 7 Oktober 2023, total korban tercatat 71.455 syahid dan 171.347 luka.
Sumber: Al Jazeera










