TEPI BARAT — Pasukan penjajah Israel menghancurkan puluhan rumah dan bangunan milik warga Palestina di wilayah Masafir Yatta, Tepi Barat bagian selatan, serta di sejumlah kawasan Al-Quds. Dalam waktu bersamaan, 13 warga Palestina diculik dalam serangkaian serangan di berbagai wilayah Tepi Barat.
Di Desa Jinba, Masafir Yatta, alat-alat berat milik pasukan penjajah Israel memasuki permukiman itu pada Rabu pagi. Menurut kesaksian warga yang dikutip Al Jazeera Net, sejumlah ekskavator dan buldoser dikerahkan untuk melakukan pembongkaran secara besar-besaran.
Ali al-Jabareen, warga desa tersebut, mengatakan sedikitnya 10 rumah ikut dihancurkan. Pembongkaran juga menyasar sejumlah bangunan yang digunakan untuk menampung ternak, kandang domba, dan sumur penyimpanan air.
Selain merusak bangunan, operasi tersebut menyebabkan pakan ternak, tangki pengangkut air, dan tempat penyimpanan air ikut hancur.
“Ini adalah musibah besar,” kata al-Jabareen kepada Al Jazeera Net.
Ia menjelaskan, bangunan dan persediaan pakan yang rusak sebelumnya digunakan untuk menopang kehidupan sekitar 3.000 ekor ternak. Setelah pembongkaran, hewan-hewan itu terpaksa dibiarkan di ruang terbuka bersama pemiliknya.
Desa Jinba berada di dekat Garis Hijau dan termasuk wilayah yang ditetapkan penjajah Israel sebagai “zona latihan militer” di ujung selatan Tepi Barat. Menurut al-Jabareen, desa tersebut telah mengalami pembongkaran sebanyak delapan kali. Warga juga tujuh kali menghadapi penyitaan ternak mereka.
Properti Warga dan Bangunan Pertanian Ikut Dihancurkan
Sebelumnya pada Rabu pagi, para pemukim ilegal Israel membakar sejumlah properti milik warga Palestina dan sebuah kendaraan yang mengangkut pekerja Palestina di wilayah Masafir Yatta.
Di wilayah timur laut Al-Quds, pasukan penjajah Israel menghancurkan bangunan-bangunan industri berbahan seng di Kota Jaba. Mereka juga meratakan lahan di sekitar bangunan tersebut.
Sementara itu, di Desa Aaba, sebelah tenggara Kota Jenin, Tepi Barat bagian utara, pembongkaran menyasar sejumlah bangunan pertanian dan hunian. Menurut organisasi hak asasi manusia Al-Baidar, bangunan yang dihancurkan meliputi empat kandang kuda, rumah-rumah plastik untuk budidaya sayuran, bangunan peternakan domba, sebuah rumah yang masih dalam pembangunan, dinding beton, serta dua ruangan pertanian.
Rangkaian pembongkaran tersebut menambah tekanan terhadap warga Palestina yang menggantungkan kehidupan mereka pada lahan pertanian dan peternakan.
13 Warga Palestina Ditangkap dalam Penggerebekan
Selain pembongkaran, pasukan penjajah Israel melancarkan serangkaian penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat. Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan 13 warga Palestina ditangkap pada Selasa malam hingga Rabu pagi. Lima di antaranya berasal dari Provinsi Nablus.
Di Desa Beit Daqo, sebelah barat Al-Quds, pasukan penjajah Israel juga melancarkan kampanye penangkapan besar-besaran. Wafa tidak menyebutkan jumlah warga yang ditahan dalam operasi tersebut.
Pengerahan pasukan dalam jumlah besar dilaporkan berlangsung bersamaan dengan penggerebekan sejumlah rumah warga.
Penggerebekan lainnya menyasar Desa Nabi Saleh dan Beit Rima, sebelah barat laut Ramallah; Kota Tubas dan Ariha; Kamp Pengungsi Aida serta Desa Janata di Provinsi Bethlehem; dan Desa Attil serta Deir al-Ghusun di sebelah utara Tulkarm. Sejumlah desa dan kota kecil di sebelah barat Tulkarm juga menjadi sasaran operasi.
Rangkaian operasi tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya penghancuran bangunan dan penangkapan warga Palestina di Tepi Barat, termasuk wilayah yang menjadi tempat tinggal komunitas pedesaan dan petani.
Sumber: Al Jazeera.










