Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza memperingatkan krisis serius akibat kelangkaan bahan dan reagen laboratorium yang kian memburuk hingga level kritis. Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan rumah sakit dan pusat layanan medis dalam memberikan perawatan yang layak bagi pasien, di tengah sistem kesehatan yang sudah tertekan berkepanjangan.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu, 7 Januari, Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 75 persen bahan pemeriksaan kimia medis tidak tersedia. Lebih jauh, stok hampir 90 persen kebutuhan pemeriksaan dan bank darah telah mencapai titik nol.

Akibatnya, sejumlah pemeriksaan penting terpaksa dihentikan, termasuk pemeriksaan bagi pasien gangguan endokrin, kanker, dan transplantasi ginjal, serta pemeriksaan elektrolit darah dan hitung darah lengkap (CBC).

Kementerian juga mengungkapkan bahwa sekitar 72 persen perlengkapan pemeriksaan kultur bakteri tidak tersedia. Terhentinya pasokan bahan laboratorium dan kebutuhan bank darah selama berbulan-bulan terakhir dinilai akan memicu komplikasi serius, baik dalam proses diagnosis maupun pelaksanaan tindakan bedah yang membutuhkan dukungan pemeriksaan laboratorium akurat.

Situasi ini, menurut Kementerian Kesehatan, memperbesar risiko kesalahan medis dan keterlambatan penanganan pasien, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan laboratorium rutin. Karena itu, otoritas kesehatan mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan intervensi guna memperkuat stok laboratorium dan bank darah.

Peringatan ini disampaikan di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang terus memburuk sejak perang Oktober 2023, diperparah oleh pembatasan ketat Israel terhadap masuknya obat-obatan dan perlengkapan medis esensial. Tanpa langkah cepat dan konkret, krisis reagen laboratorium dikhawatirkan akan melumpuhkan salah satu pilar utama layanan kesehatan di Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here